7.10.2008
The Sun, The Moon and Stars
Pucat...
Semu...
Sekaligus Indah...
Saat langit malam tengah bersahabat, dia membiarkan diriku terlihat untuk bercinta dengan bintang.
Aku bersinar Indah dan mempesona karena matahari mencintaiku
Cintanya menyinari diriku sampai ke dasar lautan hati seluruh insan manusia yang tengah dilanda gelombang asmara.
Matahari adalah sinar hatiku, tanpa dirinya aku tidak akan bisa mempesona seperti sekarang ini.
Tanpa matahari, aku hanyalah sesosok bintang yang semu dan tidak menawan.
Aku mencintai matahari sekalipun bumi selalu menghalangi langkah kami berdua.
Bumi....
Planet yang selalu menyaksikan kehidupan cintaku.
Aku mencintai matahari, sama seperti aku mencintai para bintang.
Gemerlapnya bintang membuatku buta
Berulang kali kuacuhkan pesonanya
Berulang kali pula aku terjatuh di dalam keIndahannya
Berulang kali pula kukatakan bahwa aku tidak bisa mencintai bintang
Tapi saat langit malam bersahabat, awan tidak pernah tampak aku selalu terlihat bercinta dengan bintang.
Aku tidak bisa lagi mengelak
Aku adalah bulan...
Bulan yang cantik dan mempesona
Bulan yang ada karena matahari
Bulan yang mencintai matahari
Dan Bulan yang mencintai bintang...
New Story - Romance, just what you asked for
A Forbidden Fruit
Have you ever been in love?
How does it feel?
Does it feels good? Worst? Or even better?
I never been in love before…
I still can sleep better at night
Still can eat…
And I kept forgetting my date
Somehow…
I forget that I have a date!
That's just what love life means for Alejandra Giovanni, half American and half Indonesian.
She's 23 years old, manage to graduate from her Bachelor degree at Economy Faculty at 22 years old, Cum Laude. She's have a wedding organizer business, which is always makes her famous and being a lovely dovey bachelorette at Jakarta. Ask her for a boyfriend!Mulai dari Adam, Banu, Reza, Anta, Nunu, Dimas, Dhanie, Lanang, Roy, Diaz, Hengki, Khaidir, Arry, Chandra, dan masih ada sederet nama lagi yang Gio sendiri lupa nama mereka, karena hubungan mereka tidak bertahan lebih dari dua minggu.
She's a player! Isn't she? Well... let's people talk all about that. But, how is she feel? Is she feel the same? Wait until she asked Dani, her wild, unpredictable, unmanageable, boyish yet gorgeous cousin, about LOVE.
“Sebegitu sakit untuk mencintai seseorang?”
“Butuh keberanian besar untuk mencintai seseorang kamu tahu? Tidak selamanya dunia berwarna merah jambu, kamu akan melewati kerikil, bahkan topan. Jika fondasimu lemah, dan pandanganmu akan cinta hanya sebatas hati saja… semua yang sudah kau bina akan runtuh, hancur porak poranda.”
“Bukankah mencintai seseorang itu mudah?”
“Darimana kamu mendapat ide seperti itu?”
“Orang, sinetron.”
“Pernah terpikir untuk terus mencintai satu orang yang sama untuk selamanya? Saat kamu memutuskan untuk mengikat hatimu dengan dirinya, pernah terpikir jika suatu hari nanti kau akan mencintai atau mungkin jatuh cinta dengan orang lain? Perasaan manusia tidak akan mati hanya karena ikatan pernikahan tahu, jika perasaan manusia mati ketika mereka menikah, tidak akan pernah ada cerita mengenai affair dan seribu macam cerita selingkuh lainnya. Apa yang akan kau lakukan jika suatu hari nanti ternyata kau menemukan orang yang ternyata benar tercipta untukmu, tapi kamu terlanjur mengikat dirimu dengan orang yang lain, apa yang akan kau lakukan?”
“Satu komitmen untuk satu kehidupan, hatiku beku… nggak ada cinta, nggak ada merah jambu, apa yang harus kujawab untuk pertanyaan mbak?”
“Makanya…. Saat kamu merasakan cinta yang sebenarnya, bukalah matamu dan jaga hatimu dengan baik. Cinta yang sebenarnya itu sangat menyakitkan dan menakutkan, menguras hati dan kepercayaanmu. Tapi percayalah, saat kamu merasa dia orang yang tepat, meski sakit, meski bosan, meski luka, sampai akhir hayatmu dirimu hanya akan tercipta untuknya dan hanya ada namanya terukir di dalam hatimu. Semakin kamu menolak kehadirannya, semakin besar dia mengisi rongga hatimu, membuatmu menderita.”
L means... Life
Love...
Lust...
Lie...
Lost...
And another word of L, which always makes her crazy and out of her mind.
She is maybe the most famous Wedding Planner you ever had...
Her hand is magic...
Her appearance is miracle...
Her looks is an art from God... But she... just an ordinary woman, looking for a meaning of a word LOVE
A Forbidden Fruit.
Gio memandang langit malam Jakarta yang sama sekali tidak berbintang. Tidak ada awan gelap yang menghalangi, tidak ada hujan, hanya tanpa bintang.
Mungkin langit malam itu sama seperti dirinya, tidak ada halangan yang melintang, dia bisa mendapatkan pria macam apapun yang dia inginkan, hanya saja tanpa cinta. Gio bukan tidak bisa hidup tanpa cinta, bisa sekali. Dia adalah wanita yang mandiri, Gio mencintai kehidupannya lebih besar daripada dia mencintai kekasihnya, Adam.
7.04.2008
SILUET
Kling… bunyi es batu yang menyentuh dasar gelas terdengar nyaring dan jernih. Frea meraih botol vodka yang isinya tinggal separuh, menuangnya ke dalam gelas berisi es. Aliran dari minuman beralkohol itu menimbulkan bunyi gemeretak dan denting pada dinding gelas yang terantuk es akibat massa yang menimpanya.
Augusta Frea Alvionita.... Jangan pernah lupakan nama itu.Sebut saja satu kali, maka dia akan menghampirimu dengan naluri-nya yang buas.
Sebut dua kali, dia akan menari di atas tubuhmu dengan gairah yang meledak-ledak.
Sebut yang ketiga kali, tariannya akan berubah menjadi jeritan milikmu.
Senyumnya tidak lagi indah...
Wajahnya tidak lagi mempesona...
Hanya tersirat sinar intelegensia jahat di matanya yang jernih...
Tujuh mayat remaja tergantung di hadapannya.
Pertama kali yang dia lihat, pemandangan yang berada di depannya itu bagaikan sebuah bingkai berdarah. Bagai terlukis dengan sempurna.
Ketujuh tubuh itu terkulai kaku di dinding, terlukis sempurna dengan darah yang melumuri masing-masing tubuhnya.
Tubuh seorang pemuda tertancap pada batang beton di tengah dinding gedung yang tidak jadi itu, lehernya tersayat dalam dan berlubang. Seseorang tampak melukai bagian tenggorokannya lebih dahulu sebelum akhirnya mengukir tubuh kurus telanjang itu dengan ukiran yang sama yang selalu dia lihat pada korban-korban sebelumnya.
Dua tubuh lagi, tergantung sempurna pada kawat-kawat yang digantungkan dari dua pilar yang berada di kanan dan di kiri, serta terikat kuat pada batang beton yang tersembul dari tubuh temannya yang tergantung sempurna di dinding. Semuanya dalam keadaan yang membingungkan, karena beberapa anggota tubuh ketiganya telah bertukar tempat dan dijahit rapi.
Tampak bagian tangan, pergelangan kaki dan kepala sudah berpindah tempat, sudah tidak pada tubuh orang yang sebenarnya. Jahitannya tidak asal, itu berarti pembunuhnya memang sudah mahir dengan kontruksi tubuh manusia.
Darah mengenang di lantai, memberi saksi bahwa sudah terjadi pembantaian besar-besaran di sana. Ketiganya tergantung sempurna dengan kawat-kawat yang mengelilingi tubuh mereka yang telanjang. Kawat-kawat itu dibuat mengelilingi tubuh si pemuda yang tampak disalib di tengah dinding dengan batang beton menembus tubuhnya.
Sementara yang dua lagi, dengan leher terkoyak hampir putus karena sabetan benda tajam, tubuh mereka juga tertancap sempurna di batang beton di atas tiang pilar yang patah, di kanan dan kiri dinding.
Darah keduanya yang mengaliri pilar, tampak memberi kesan bahwa itulah titik akhirnya. Sentuhan terakhir itu adalah frame dari lukisan manusia hidup yang sudah dikerjakannya.
Cintanya sama dengan kematian...Frea tidak pernah mencintai laki-laki, tidak juga wanita.
Frea tidak bisa mencintai manusia hidup.
Nalurinya untuk bertahan hidup adalah darah yang mengalir di nadi setiap manusia yang bersentuhan dengan dirinya.
Frea bisa merasakan darah mereka mengalir di bawah kulit yang disentuhnya.
Seperti itulah cara Frea mencintai mereka.
Menyentuh mereka....
Mencumbu mereka...
Membiarkan mereka mencintai tubuhnya yang indah
Dan kemudian, Frea akan mencintai mereka sampai mati.....
Anggur merah adalah cintanya...
“Sudah kubilang sejak awal…” Frea meraih gelas berkaki dan mengisinya dengan anggur merah Pinot Noir 1987, menyesapnya dengan nikmat.
“Aku… tidak akan pernah tertangkap.”
Yuri terkekeh, dan memutar telunjuknya di depan hidung Mahesa sambil berkata perlahan, “Tugas kita berdua... Inget”
Kini Mahesa yang melenguh bosan, “Kenapa sih kita selalu dibikin kayak Murder & Scully!” serunya kesal.
------We Real Cool
Gwendolyn Brooks
we Real Cool. we Left School. we Lurk Late. we Strike Straight.
we Sing Sin. we Thin Gin. we Jazz June. we Die Soon.
“Baca apa sih lo? Serius amat” tanya Mahesa.
Yuri menolehkan kembali wajahnya ke layar komputer.
“Gue baru nemu ini dari webs encyclopedy. Puisinya Gwendolyn Elizabeth Brooks” jawab Yuri. Tak melepaskan pandangannya dari beberapa deret kalimat di atas file website tersebut.
“Caelah!” ejek Mahesa. “Sejak kapan lo rajin buka encyclopedy?!”
Yuri melotot kepada Mahesa. “Bukan urusan lo! Liat nih! Baca!”
Mahesa mengikuti keinginan Yuri. Dia membaca kalimat-kalimat puisi berjudul We Real Cool tersebut.
“So? What?” tanyanya kemudian.
“Gue membayangkan, puisi ini menggambarkan antara gue dengan si Siluet”
Mahesa melongo. “Ngawur! Imajinasi lo terlalu berlebihan!”
“Strike straight. Lurk late. Lo liat dong artinya di sini!”
“Iya, itu lo artiin sendiri kan...Kali aja artinya bukan itu! Ya.. semacam kiasan yang hanya dimengerti interpreter”
Dulu kau bagaikan singa yang berhadapan dengan gajah di kala surya mulai tersenyum.
Dulu aku adalah gajah, dan kau adalah singanya.
Tapi kini, aku adalah Siluet.
Dan kau adalah titik cahaya yang memudar.
Titik cahaya yang memudar itu, akan menghilang.
Dalam genggaman Siluet..
We Real Cool, but we die soon.
Me, or you...
“Kau mengejar orang yang salah.” Frea tersenyum, untuk kali pertama senyum itu terlihat utuh, tulus.
TREIZE LUNESiapa sangka di kawasan pedestrian tertua Rusia ini terdapat sebuah markas sindikat rahasia pencetus program kloning manusia. Arbat Street, tempat favorit yang banyak dikunjungi masyarakat Rusia. Seperti Monas atau GOR Senayan di Jakarta. Tidak seorang pun yang tahu bahwa markas besar perencanaan kloning tingkat dunia bersemayam di bawah tempat pijakan kaki-kaki mereka.
Sindikat ini mengontrol gerak produksi perdananya yang berkode TЛ-1, mengontrolnya, agar sindikat ini dapat memproduksi hasil kloning manusia yang lain untuk menguasai dunia. Treize Lune merekrut personilnya, dari beberapa negara di dunia. Beranggotakan ilmuwan-ilmuwan jenius yang dipimpin oleh Jean Paul.
Jean Paul mendesah, ini adalah bagian yang paling tidak disukainya. Dia menekan tubuhnya ke depan, kemudian meluncur ke bawah, menuju ke dalam markas. Udara oksigen murni, berganti menjadi dinginnya Air Conditioner dan oksigen yang ditransfer dari dalam tabung. Perubahan suhu ini, selalu membuatnya menggigil setiap kali dia mendatangi markasnya. Gigil ini juga selalu dia rasakan, apabila adrenalinnya memacu karena semangatnya kembali bangkit untuk bertemu dengan produk kloningnya yang sudah lama dia rindukan.
A New Novel by Thee&Rien




