Pertama denger gosip ini dari partner nulis gw; Rien. Begitu gw bilang; masa? Rien langsung protes dan bilang kalo sekali-kali gw perlu nonton gosip. Tapi gw gak suka acara begituan, mending denger langsung ajalah... Males aja liat siaran yang topiknya hampir selalu sama. Paling ngebahas cinlok yang kemudian langsung dibesar-besarin, ato seputar patah hati artis yang gak penting, berita cerai, sampe konsumsi rumah tangga. Gezz... kayak gak punya kerjaan gw nontonin artis, hidup gw kan lebih berharga dari mereka.
Jadi gini, katanya Moreno lagi kena kasus sama Marcella. Dibilang nyiksa cowok-lah, trus katanya cowok itu disuruh minum sperma-lah... Damn! Gw ampe menceploskan kata-kata pertanyaan yang berisi; jangan-jangan Moreno gay? Tapi itu cuma ceplosan, gak mungkin lah... cowok tulen gitu kan, secara tipe ceweknya juga yang selalu cewek banget... demen banget gonta-ganti pula. Ya kan? Lagian kalo bilang Moreno gay... bisa abis gw dicaci fans Moreno. Tapi gak... he's straight... damn straight... scan his brain if you curious... Hahahahahahaha...
Gw baru baca gosipnya pagi ini di tabloid Wanita Indonesia, di halaman belakang tertulis lengkap pernyataan dari ibu Marcella. Tampak mengesankan dan sangat terpercaya, tapi seperti yang selalu dikatakan oleh Dr. Temperance Brennan [yang diperangkan oleh Emily Deschanel] dalam film seri BONES; I'm comfortable with evidence... not logically speaking. Akhirnya gw membuka halaman 24, di mana semua orang mulai berebut bicara di sana.
Gw meng-analisa dengan cara yang paling tidak disukai Dr. Temperance Brennan, dan berpikir ala grup BAU di film Criminals Mind dan mulai menerka bagai Special Agent Shelley Booth. Pertama-tama, gw membaca kolom kelalaian yang dilakukan oleh korban yang bernama Agung [damn... namanya sama ama ade gw...]. Begini kira-kira kronologis pernyataan dari para korban kelalaian Agung;
- Esti Heru Prastianti, ibu ini kehilangan uang 20 juta karena ingin bekerja sama dengan Agung dengan iming-iming 5% komisi dari modal yang ditanamkan. Which is... dalam dua bulan awal dia mendapatkan satu setengah juta rupiah. Dan berikutnya Agung menghilang dengan cerdasnya, bagai ahli sihir kelas dunia. Jadi bisa dikatakan, ibu yang bijaksana dan merelakan uangnya ini mengalami rugi sekitar 18,5 juta rupiah.
- Umi, yang dengan relanya kehilangan uang 68 juta, sementara temannya mengalami kerugian hampir 2 miliar karena terlalu percaya pada omongan manis Agung di tahun 1991. Namun hasil protes mereka hanya meng-akibatkan Agung dipenjara selama 7 bulan... yang gak adil ini hukumnya atau apa sih?
- Herman, si Agung ini bener-bener udah kepepet butuh uang kayaknya, tetangga sendiri dipinjem uang 27 juta dan amblas tanpa jejak. Untung bukan gw, kalo gw pasti udah pake surat perjanjian segala macem, kalo perlu tindakan hukum jadi gw terlindungi dan bagus-bagus duit gw bisa balik utuh dengan bonus Agung ditindak pidana lagi. Nanti gw kasih Pupuy cs pe-er buat kasih tau gw, UU mana yang bisa menjerat tindakan seperti ini.
- Mujahiddin, wow! Dengan ikhlasnya bapak ini merelakan uang 60 jutanya yang raib dipinjam Agung dengan alasan mau berbisnis! Gila pak... pak... mending uangnya buat saya aja, bisa bikin cafe mewah udah... Pake perjanjian pengembalian utang pula.
- Ismar, di tahun 2002 dia tergiur dengan janji Agung yang mengajaknya berbisnis dan mulai kehilangan uang sebanyak 180 juta secara perlahan, belum lagi doi juga udah menyerahkan BPKP mobil Honda Civic tahun 1991-nya pada Agung. Daripada ngadu ke hukum yang mungkin menurutnya tidak adil dan malah akan membuatnya semakin bangkrut. Orang ini memutuskan untuk curhat sama Tuhan dan berharap Agung mendapatkan balasannya. Boleh jadi sikap ini dibilang bijak... salut... salut...
So... Psychologically speaking...
Tipe pria seperti Agung ini bisa menaklukan mesin pendeteksi kebohongan yang dimiliki oleh kepolisian Indonesia. Dia ini artis sejati, mampu membuat orang percaya begitu saja dengannya karena omongannya benar-benar manis dan meyakinkan. Dia bisa berbohong sambil menatap mata seseorang tanpa kesalahan kata sedikitpun, dan dia bisa segera membantah jika dia kepepet. Pria ini bisa menjadikan berita kecil menjadi berita besar, dia suka menjadi fokus masyarakat, terbiasa dielu-elukan dan yang lebih penting; dia berobsesi untuk menjadi kaya dan terkenal. Untuk mengetahui kebenaran dari ucapannya, pakai lagi mesin deteksi kebohongan yang lebih canggih, atau untuk cara tradisional [duh... masa musti saya ajarin caranya sih pak Polisi...], pake cara ini;
Setiap orang pasti punya kelemahan, pasti punya. Jadi jangan malas duduk di kursi dan percaya begitu aja sama Agung ini dong... telusuri masa lalunya, dan begitu ada celah untuk masuk... Jangan bicara cuma dengan polisi aja, dampingi dengan ahli kejiwaan. Dan cecar secara perlahan dengan menggunakan data-data masa lalu, biasanya orang akan menjadi takut, berkeringat dan mulai meminum air banyak-banyak, mata membulat dan timbul ekspresi di wajah tenangnya. Bahkan penipu kelas kakap sekalipun.
Jadi menurut gw sih... cerita aslinya begini nih...
Rabu 3/12 2008, pukul 01.30 WIB
Agung dijemput paksa di Menara Imperium oleh 3 karyawan Marcella; Haryanto, Yoga Mega Permana dan Ruli Hasbi. Trus di bawa ke hotel Ibis di kamar 602 cuma untuk dicaci, ditendang, disundut rokok, disuruh minum sperma? What the...
My opinion near to analysis:
Jam setengah dua malam, di Menara Imperium? Pertanyaannya, buat apa Agung ada di gedung itu pada pukul tersebut, apa yang dia lakukan dan sama siapa? Biasanya, orang tidak akan berpergian sendirian di jam-jam tersebut, kecuali dia sudah mengadakan perjanjian dengan orang lain untuk menjemputnya di tempat yang dimaksud.
Jadi, kemungkinan mereka punya rencana sendiri menuju hotel Ibis mungkin? Pasti ada rekaman dari hotel-nya dong... dan seorang ahli kejiwaan bisa menilai sikap Agung dan 3 orang karyawan Marcella, apakah penuh amarah, dan lain sebagainya.
Tapi kalo dipikir dari sisi orang yang ingin menyiksa, gw gak terpikir bawa Agung jam setengah dua malem buat disiksa di hotel Ibis... Ini penjahat pasti kelebihan duit. Gw lebih prefer melakukan penyiksaan di hotel murah, atau tempat terpencil. Karena satu, tidak ada kamera pengawas, dan orang pasti udah sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Di bawa ke hotel Ibis? They must be up to something... dig it!
Pukul 10.30 WIB
Check out dari hotel dan menuju kantor Marcella, di Cikini. Abis itu muncul Ananda dan Moreno. Lalu Agung mendapat caci maki dan disuruh melunasi hutangnya hari itu juga.
My opinion near to analysis:
Kenapa harus check out jam setengah sebelas? Kenapa gak check out dari jam delapan pagi atau jam tujuh mungkin? Perjalanan menuju Cikini kan panjang, bukankah lebih pagi malah lebih bagus dalam menyelesaikan masalah? Karena otak manusia pada jam-jam ini masih bisa dibilang lebih relax dibanding siang. Kemungkinan menyelesaikan masalah dengan kepala dingin lebih besar, ketimbang dibawa siang-siang.
Lagipula, lihat lagi kamera pengawas dari hotel. Analisa gerak tubuh mereka ketika keluar dari kamar hotel. Benarkah Agung mengalami luka hasil penyiksaan? Lagipun, kalo emang Agung disuruh nelen sperma... kandungan sperma dalam perut bisa diketahui dengan pemeriksaan bukan? Gak usah jauh-jauh ke perut, periksa aja daerah sekitar mulut. Biar udah terhapus dengan air, pasti ada sisa cairan sperma dalam mulut. Dan dari cerita... sampe dimasukin sendok ke anus? Hahahahaha... otak gw malah berpikir ini cuma semacam pesta kecil bagi mereka berempat, tapi gak tau deh... kenapa gak di periksa aja dan diketahui itu luka lama atau baru? Apa yang menyebabkannya, kalo di anus terjadi tanda-tanda pernah dimasuki benda asing atau tumpul, kemungkinan besar bukan sendok... karena sendok sama sekali gak tumpul. Dan bisa jadi mengarah lagi ke investigasi yang lain.
Agung dicaci? Hal ini bisa jadi yang paling masuk akal dalam kronologis cerita, kemungkinan besar di pasti diadili sepihak oleh pihak Marcella, dia duduk di tengah ruangan, sementara dikelilingi orang-orang yang marah karena menuntut uangnya dikembalikan. Emosi ini pasti terjadi, wajar... tapi sampai terjadi penyiksaan? No way... Marcella, Ananda, Moreno pasti mikir dong... gak mungkin mereka membiarkan emosi menelan abis-abis mereka yang beresiko ngebantai abis seluruh karir mereka. Bodoh aja... paling cuma dimaki-maki.
Gak percaya sama teori ini? Coba mikir deh... lo punya karir oke, uang lo berlimpah dan anggep aja lo rugi sekitar 10% dari total kekayaan lo, kesel dan emosi itu pasti. Tapi akankah meresikokan untuk ditangkap gara-gara tindak penganiayaan, sementara itu karir lo bisa membuat lo mengembalikan kerugian itu dalam waktu pendek? Mending marah, trus lupakan bukan? Daripada ngamuk gak jelas, ini cuma dilakukan oleh orang yang merasa kehilangan seluruh harta bendanya, jangankan dipukuli, kalo perlu dibunuh pun akan dibunuh...
Pukul 13.30 WIB
Dipindahin ke lantai 11 buat disekap, yang laen ada di lantai lain dan Agung dengan mudahnya membujuk anak buah Marcella untuk meminjamkan telepon, lalu Agung bisa lari ke kamar mandi buat telepon? Waakkksss....
My opinion near to analysis:
Seawam-awamnya orang yang mau belajar jadi tukang sekap or penjahat, gak akan melakukan perbuatan sebodoh ini. Jadi pertanyaannya adalah; sebodoh apa Marcella cs yang menyekap atau Agung yang dengan bodohnya menjerat dirinya sendiri dengan kalimat yang salah dalam melakukan pengaduan kronologis cerita pada polisi?
Kebiasaan orang kalo mau menyekap seseorang itu pastilah korban dalam keadaan terikat dan mulut dibekap, kalaupun tidak dalam keadaan terikat, ruang yang digunakan untuk menyekap pasti punya kondisi khusus, entah itu kedap udara atau terpencil dari keramaian. Tapi pasti salah satu anggota tubuh korban akan terikat supaya tidak melakukan hal yang macam-macam. Ini bukan teori, tapi ini naluri... karena orang yang ingin menyekap pasti tidak ingin hasil sekapannya macam-macam dan menghancurkan semua rencananya. Gak usah penjahat deh... orang tua kalo nge-hukum anaknya juga dikurung di kamar mandi kan? Bukan kamar tidur? Kenapa? Karena kalo di kamar tidur, kondisinya terlalu nyaman, bisa jadi si anak lupa dan malah bermain dengan benda di sekitarnya. Kalo di kamar mandi kan suasana terbatas, gelap pula [kalo yang tombol lampu kamar mandi di luar], lagipula kamar mandi terhitung lebih kedap suara dibanding kamar lain karena jendelanya pasti minimalis. See... pasti gak ada yang kepikiran, tapi ini sikap natural. Karena itulah menurut gw, cerita pada jam ini sama sekali gak masuk akal, pastilah Agung cuma diminta menunggu sampe Marcella dan yang lainnya entah lapor polisi atau bicara dengan pengacara mereka. Merasa terancam, otak Agung bekerja dan memulai rencana.
Lagian... mana ada orang yang disekap bisa pergi ke kamar mandi sendirian dengan HP di tangan pula? Bodoh apa? Dan orang yang percaya dengan alur cerita ini lebih bodoh lagi. Intinya gak mungkin... ini kejadian paling janggal.
Dalam hal ini Siska bisa jadi tersangka pelaku penipuan atau malah seseorang yang gak tau apa-apa, dia bisa berdusta dan ikut-ikutan Agung karena ingin famous atau dia terjebak karangan cerita hiperbol Agung.
Lalu, perhatikan kalimat pengakuan Siska ini;
'Pertama telepon, dia bilang lagi ada masalah dengan Marcella. Kebetulan aku kenal papanya Marcela dan minta tolong agar aku menelepon papanya Marcella. "Bilang sama papanya aku akan membayar utang itu, tapi dicicil sebanyak 2 kali. Tolong ya"...' Lalu Siska pun menyampaikan pesan Agung, tapi ternyata gak ada hasil. Akhirnya Siska menelepon Agung lagi;
'Maaf Gung, gak ada hasil deh... Emangnya kenapa sih? Dia jawab; "Kalo gitu kamu hubungin polisi ya? Aku sudah gak tahan nih disekap dan dianiaya". Siska merasa tidak percaya dan berusaha untuk meyakinkan dirinya, tapi berjanji untuk segera menghubungi polisi. Agung menjawab lagi; 'Tapi cepetan ya? Aku yakin bakalan disekap lagi.'
Coba perhatikan kalimat mana yang menyatakan kesalahan terbesar yang dilakukan oleh Agung, dan jeda waktu mana yang membuat gw berkesimpulan Agung melakukan kesalahan terbesar dan kemungkinan polisi melakukan penangkapan orang yang salah?
Well... coba jawab, berhubung cerita analisa gw masih panjang dan sekarang hari Sabtu jam setengah sembilan dan gw masih banyak urusan lagi...
So... kita lanjut lagi ntar... owkeh...
Jawab aja dulu... Kalo penasaran, tinggalin pesen dong... Gegegegegege...
Kalo gw sampe bisa memecahkan masalah ini, Marcella... lo mau kasih gw apa?




0 gossip:
Poskan Komentar